Aku dan Alam
Nama: Nadya Firdayanti Pratiwi
Kelas: 1PA02
Matakuliah: Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
Karya: Nadya Firdayanti
Pratiwi
Jakarta, pasti kamu kenal dengan
kota besar ini, jantung kota. Dimana banyak orang yang ingin mengadu nasib
disini, mereka yang mengira hidup di kota ini akan membuatnya lebih sejahtera.
Nyatanya, sangat berat dan sangat sulit untuk mendapat pekerjaan. Bersaing
dengan para pendatang lainnya.
Dahulu, kota ini tidak
seramai sekarang, gedung bertingkat pun masih jarang. Bahkan, aku merindukan
embun pagi yang dulu sempat ku cicipi. Kini, kota ku amat gersang, sedikit
sekali pohon rindang. Padahal kota ini mendapatkan julukan “Jantung Kota”. Tapi
sulit sekali untuk dikatakan kota sehat. Teduhnya sebab gedung-gedung yang
menghalangi matahari, ketika mendung datang dan saat hujan melanda saja,
selebihnya kota ini terasa amat dekat dengan matahari, terik yang menyengat dan
polusi yang amat besar.
Masih teringat jelas
dalam benak, begitu cerianya aku kala memandang indahnya embun pagi.
sesederhana itu aku dibuat tersenyum. Sebahagia itu aku ketika melihat embun
yang ada di dedaunan.
Aku adalah seorang yang
sehat bermasalah. Kurang nya udara sehat menjadi salah satu penyebabnya. Banyak
warga yang memiliki kendaraan. Pergi ke kantor menggunakan kendaraan pribadi.
Yang menjadi masalah, sejak pagi aku tak mendapatkan udara sehat sebab
kendaraan-kendaraan para pekerja.
Pantas saja pengidap TB
semakin meningkat, paru-paru bermasalah sebab seringnya mereka menghirup udara
yang tidak sehat. Kurangnya pohon, lagi-lagi menjadi alasannya. Padahal dulunya
kota ini di penuhi pepohonan rindang, kini berubah menjadi beton belantara.
Kadang aku berkhayal
ingin menjadi gubernur di kota tercinta, ingin ku buat taman-taman kota yang
lumayan luas, agar kota ku tak terlalu gersang seperti sekarang. Kota ku yang
sehat, kota ku yang benar-benar berarti jantung bagi warganya.
Jakarta Matraman,13 April
2019.
Komentar
Posting Komentar