analisis artikel dampak kecanduan internet
NAMA KELOMPOK:
Alfia Nurul Fikri
Andini Putri Hermawan
Nadya Firdayanti Pratiwi
Putri Nurfaujiah Wijaya
Rara Shinta
ANALISIS ARTIKEL:
Berdasarkan
analisis dengan membaca jurnal tersebut, kemajuan teknologi seiring dengan berjalannya waktu semakin canggih
membuat para remaja memanfaatkan fasilitas internet untuk berbagai tujuan
pemenuhan kebutuhan. Berkat teknologi yang dikenal dengan nama internet, hampir
semua kebutuhan manusia dapat diselesaikan, mulai dari pemenuhan kebutuhan
sehari-hari, bersosialisasi, mencari informasi sampai kepada pemenuhan
kebutuhan hiburan. Kehadiran internet oleh masyarakat lebih dimanfaatkan
sebagai media sosial, karena dengan media sosial masyarakat bisa dengan bebas
berkelana ke berbagai belahan dunia untuk berbagi dan mencari informasi serta
berkomunikasi dengan orang banyak tanpa banyak hambatan dalam hal biaya, jarak
dan waktu (Soliha, 2015).
Sebuah studi dari
Ahmedabad, India pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 11,8% siswa memiliki
kecanduan internet; hal ini diprediksi dari waktu yang telah dihabiskan untuk
melakukan kegiatan online, penggunaan situs jejaring sosial dan chat room, dan
juga karena akibat dari adanya kecemasan dan stres (Bathia, Rajpoot &
Dwivedi, 2016).
Di Indonesia,
pengguna internet terbesar adalah remaja dengan rentang usia 15-24 tahun dengan
kisaran rentang prosentase 26,7% - 30%. Kemudahan akses internet ini tidak
selamanya berdampak positif. Hampir 80% remaja berusia 10-19 tahun yang
tersebar di 11 provinsi di Indonesia kecanduan internet, dan sebagian besar
remaja menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak semestinya. 24% mengaku
menggunakan internet untuk berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal, 14%
mengakses konten pornografi, dan sisanya untuk game online dan kepentingan
lainnya (Hapsari & Ariana, 2015; Adiarsi, Stellarosa & Silaban, 2015).
Dari keinginan
mengakses internet secara terus menerus , internet addiction, subjek merasakan dampak negatif seperti
berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan teman-teman karena ketika
berkumpul bersama subjek merasa teman-temannya lebih banyak bermain handphone
dibandingkan ngobrolnya, seringnya menunda-nunda pekerjaan, menunda mengerjakan
tugas, mengalami insomnia atau susah tidur, terganggunya kesehatan mata subjek,
menurunnya prestasi belajar subjek karena ketika sedang asyik bermain internet
subjek merasa malas untuk belajar. Selain
memiliki dampak positif internet pun memiliki dampak negatif bagi kita sebagai
penggunanya. Beberapa diantaranya adalah pornografi, netgaming, Cybersexual
addiction, Cyber-relational addiction, dan computer addiction. Dari beberapa
dampak negatif di atas, dampak yang paling umum dan yang paling “popular”
adalah pornografi/Cybersexual.
Dampak positif dan
negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan internet yang telah
disebutkan diatas, secara langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada
psikologis si pengguna (kita). Pengaruh atau dampak dari perkembangan internet
pada psikologis pengguna juga ada sisi positif dan negatifnya. Untuk sisi
positifnya, seperti yang telah disebutkan di atas, meningkatkan daya
kreatifitas. Meningkatnya kreatifitas ini dipengaruhi oleh pribadi yang selalu
ingin berkembang dan berinovasi. Dengan banyaknya informasi yang tersedia &
didapatkan dari internet, maka si pengguna pun terlatih untuk menciptakan atau
membuat informasi – informasi dan “karya” yang baru.
Dampak positif
berupa kemudahan dalam mencari informasi dan komunikasi, internet juga
berpengaruh dalam pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan. Dampak negatif dari perkembangan internet
bagi psikologis pengguna diantaranya adalah menurunnya moral pengguna, Mengapa?
Penurunan moral ini sangat berkaitan dengan pornografi yang tersebar bebas di
internet dan dapat diakses oleh umum. Lalu dapat menyebabkan dampak anti sosial
bagi pengguna. Hal ini mungkin baru kiat dengar, tetapi dalam beberapa kasus
hal ini memang ada. Dampak anti sosial ini terjadi karena si pengguna menjadi
addict(ketagihan) terhadap internet itu sendiri. Addiction ini sendiri terjadi
karena pengguna menemukn kenyamanan yang lebih saat menggunakan fasilitas
internet ini. si pengguna lebih nyaman berada dan berinteraksi di/dengan dunia
maya dibandingkan dengan di/dengan dunia nyata, sehingga dia lebih memilih
internet daripada hal lain hal ini biasa disebut dengan internet addiction.
Selain internet addiction, Cyber-relational addiction pun bisa menjadi salah
satu faktor penyebab terbentuknya sifat/pribadi yang anti sosial dalam dunia
nyata.
Dalam kasus lain,
dampak negatif dari internet terhadap psikologis pengguna adalah si pengguna
menjadi pribadi yang tertutup. Hal ini biasanya disebabkan karena si pengguna
telah “bersahabat baik” dengan dunia maya tanpa batas ini sendiri yaitu dengan
membiasakan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas –
fasilitas internet contohnya di blog, jejaring sosial, dll. Dari penjabaran di
atas, dapat kita lihat dampak atau pengaruh negatif dari perkembangan internet
lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya.
Sedangkan
berdasarkan jurnal tersebut kita dapat
menggunakan teori peranan dimana teori ini merupakan hasil kerja sosiologi yang mengakui pengaruh-pengaruh faktor sosial pada tingkah
laku individu pada situasi yang berbeda. Peran
yang tidak hanya menentukan perilaku, tetapi
juga belief dan sikap. Peran ini juga
mempengaruhi nilai-nilai yang dipegang orang dan mempengaruhi arah dari
pertumbuhan dan perkembangan kepribadian mereka.
Jika
kita melihat teori tersebut dapat kita kaitkan dengan seseorang atau remaja
yang kecanduan dengan bermain internet. Sesuai dengan yang di tuturkan di dalam
teori peranan tersebut yaitu “Peran yang tidak hanya menentukan perilaku, tetapi juga belief
dan sikap. Peran
ini juga mempengaruhi nilai-nilai yang dipegang orang dan mempengaruhi arah
dari pertumbuhan dan perkembangan kepribadian mereka.” mengatasi
internet addiction adalah dengan mengurangi penggunaannya. Karena, jika kita
mengurangi penggunaan internet di dalam kehidupan kita sendiri dan mengetahui
apa fungsi dari internet itu kita tidak akan menjadi seorang pecandu dalam
bermain internet. Tindakan dengan mengetahui bahwa internet addiction itu tidak
baik adalah sebuah peran kita,. Peran ini akan mempengaruhi nilai yang dipegang
dan akan memepengarhui perkembangan kepribadian kita.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar